Kacamata

​Barangkali, 
aku memerlukan kacamata 
untuk membaca dirimu 
Supaya, paling tidak, 
aku bisa mengejamu perlahan-lahan 
Kemudian mengerti, sebait saja, 
apa yang menjadi 
musabab 
keresahanku. 

Kabar Dari Kawan

Kudengar kabar
dari kawan lama, barusan.
Bahwa ternyata, aku
masih menggenggam
serpihanmu yang tertinggal saat
kau tiba-tiba memutuskan pergi.
Dan aku tak tahu, apakah
harus sedih, atau senang,
saat kawanku mengatakan,
kau menungguku di seberang,
untuk mengambil serpihanmu
yang kugenggam, supaya
kau utuh bersama
kekasih barumu.

Kita Sama Bodohnya Untuk Mengerti Cinta

Bila kau mengaku pecinta ulung 
tentunya kau mahir menerka saat 
cinta datang dan hilang 
Seperti petani mahir menerka 
pergantian musim 
dan kedatangan angin 
Lalu mengapa kau masih terkaget-kaget 
ketika badai datang dan cinta tumbang? 
Seharusnya kau akui saja bahwa 
kita sama-sama pemulanya dalam cinta 
Sama-sama bodohnya untuk mengerti cinta 
Kemudian memasrahkan diri saat 
cinta datang atau hilang